Penderita Covid-19 Disarankan Membatasi Kontak Dengan Hewan Peliharaan

0
87

rubriktangerang.id -Hal ini menjadi lebih ditekankan setelah Laboratorium Pelayanan Kehewanan Nasional, Departement Pertanian Amerika Serikat (USDA). telah mengkonfirmasi SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan COVID-19 pada manusia) pada seekor harimau di kebun binatang.

Pejabat kesehatan masyarakat percaya kucing besar ini menjadi sakit setelah terpapar dengan karyawan kebun binatang yang secara aktif melepaskan virus (positif covid-19)

Kebun binatang telah ditutup untuk umum sejak pertengahan Maret, dan harimau pertama mulai menunjukkan tanda-tanda sakit pada 27 Maret. Semua kucing besar ini diperkirakan akan pulih dan hewan lain di area lain di kebun binatang itu tidak ada yang menunjukkan gejala seperti pada harimau.

Masih direkomendasikan Siapa pun yang sakit dengan COVID-19 harus membatasi kontak dengan hewan, Meskipun belum ada laporan bahwa hewan peliharaan menjadi sakit dengan COVID-19 di Amerika Serikat,

Jika orang terinfeksi Covid-19 harus merawat hewan peliharaan atau berada di dekat binatang, mereka harus mencuci tangan sebelum dan setelah interaksi, menggunakan masker, sama seperti saat berinteraksi dengan manusia.

Di laman Times disebutkan, Wildlife Conservation Society (WCS), yang mengelola kebun binatang Bronx Zoo New York City, mengidentifikasi harimau itu bernama Nadia, harimau Melayu berusia 4 tahun. Kebun binatang mengatakan bahwa Nadia, saudara perempuannya Azul, dua harimau Amur, dan tiga singa Afrika, menderita batuk kering. Hewan-hewan  tersebut terpaksa dibius total untuk menerima tes, dokter hewan yang hadir memutuskan untuk tidak menguji pada hewan lain, menurut USDA.

Saat ini WCS mengatakan telah menerapkan tindakan untuk melindungi kucing dari infeksi di semua kebun binatangnya. WCS menambahkan bahawa, meskipun mereka mengalami penurunan nafsu makan, kucing-kucing besar di Kebun Binatang Bronx dinyatakan baik-baik saja, namun tetap waspada dan interaktif dengan pemelihara mereka. Tidak diketahui bagaimana penyakit ini akan berkembang pada kucing besar karena spesies yang berbeda dapat bereaksi secara berbeda terhadap infeksi baru, tetapi kami akan terus memantau mereka dengan seksama dan mengantisipasi agar dapat pulih seperti sedia kala.

(*adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here