Mengejutkan Probiotik Ternyata Menghambat Penyerapan MSG Pada Tikus

0
29
flavor enhancer in many asian food

rubrik tangerang dot id -MSG atau monosodium glutamat adalah zat yang digunakan sebagai penguat rasa makanan. Penyedap rasa yang sehari-hari disebut vetsin atau micin ini juga bisa ditemukan dalam bentuk bubuk atau cair. Biasanya MSG digunakan dalam Chinese food, sayuran beku, sup, bakso, soto dan menu olahan daging.

Meski digolongkan sebagai bahan yang aman oleh FDA (Food and Drug Administration). MSG juga sering dikategorikan sebagai penyebab gangguan kesehatan. Pada tahun 1968, sebuah gejala kompleks dilaporkan seseorang bernama Robert Ho Man Kwok setelah mengonsumsi Makanan Cina, yang kemudian populer dengan sebutan Chinese Restaurant Syndrome (sindrom restoran cina) yaitu merupakan kumpulan gejala yang dialami seseorang setelah menyantap masakan dari restoran cina. Gejala tersebut dapat berupa rasa haus di tenggorokan,  kelelahan, berkeringat, mual, sakit kepala dan bahkan ada yang sariawan.

Contoh produk-produk yang mengandung probiotik mulai dari bumbu sampai dengan yogurt

Dengan adanya gangguan kesehatan yang dialami oleh sebagian orang, maka para peneliti berusaha untuk membuat penguat rasa non MSG dan atau meniadakan efek buruk MSG. Pada tahun 2014, ilmuwan bernama Se-Eun Jang1, Myung Joo Han dan kawan kawan, melakukan penelitian untuk meniadakan efek negatif MSG dengan Probiotik, yang kemudian hasil penelitiannya dipublikasikan dengan Judul Lactobacillus brevis G101 Inhibits the Absorption of Monosodium Glutamate in Mice, dan hasilnya sangat mengejutkan.

Hasil ini menunjukkan bahwa G-101 (Probiotik) dapat mengurangi efek samping MSG dengan menghambat penyerapan MSG.

Untuk mengevaluasi efek Lactobacillus brevis G-101 (salah satu strain probiotic -red), pada penyerapan monosodium glutamat (MSG), peneliti memberikan MSG secara oral pada sekelompok tikus tanpa Probiotik dan satu kelompok lagi dengan probiotik G-101. Kemudian pada masing masing kelompok tersebut diteliti kadar MSG didalam darah tikus. Ternyata hasilnya pada kelompok tikus yang diberikan probiotik secara oral sebanyak 1 x 109 CFU per tikus, terbukti mennghambat CMax (Konsentrasi Maksimum) dan AUC (Curva Konsentrasi darah) dari MSG masing-masing sebesar 97,8% dan 94,3% (p <0,05)

tabel !, CMax dan AUC

Namun demikian perlu penelitian lebih lanjut, apakah Probiotik dapat mengurangi penyerapan MSG pada manusia.

@dai

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25394513

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here