Adakah Virus Wabah Gelombang Ke Dua setelah Covid 19 di China ?

0
78

rubriktaangerang.id –Global Times (24/3) menulis dilamannya bahwa Seorang pekerja migran dari Lincang, sebuah kota di Provinsi Yunnan, Tiongkok Barat Daya, meninggal tiba-tiba pada hari Senin ketika melewati Ningshan, Provinsi Shaanxi Tiongkok Barat Laut, dalam perjalanan kembali bekerja. Pekerja dinyatakan positif hantavirus dan negatif untuk COVID-19.

Padahal sevelumnya tidak ada kasus hantavirus yang dilaporkan sebelumnya dan penyelidikan segera dilakukan mengatasi kasus tersebut, menurut Kantor Berita Xinhua, mengutip surat edaran yang dirilis pada hari Selasa (24/3) oleh komisi kesehatan setempat di Lincang.

Apakah Hantavirus itu ?
Menurut CDC Hantavirus adalah keluarga virus yang menyebar terutama oleh tikus dan dapat menyebabkan beragam sindrom penyakit pada orang di seluruh dunia. Infeksi dengan hantavirus apa pun dapat menghasilkan penyakit hantavirus pada manusia.
Hantavirus di Amerika dikenal sebagai hantavirus versi baru dan dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yaitu gangguang pada saluran pernafasan yang mempunyai tingkat kefatalan sampai dengan 38%
Hantavirus lainnya, yang dikenal sebagai hantavirus versi lama, kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS), dengan tingkat kefatalan 5 sampai dengan 15 %
Setiap serotipe hantavirus memiliki spesies inang hewan pengerat spesifik dan disebarkan kepada orang-orang melalui virus aerosol (bisa bercampur di udara) yang ditumpahkan melalui urin, tinja, dan air liur dan jarang yang melalui gigitan dari inang yang terinfeksi.
Hantavirus paling sering di Amerika Serikat adalaah yang menyebabkan HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrom, ) adalah virus Sin Nombre, yang disebarkan oleh tikus rusa.

Di Cina sendiri sebelumnya hantavirus telah ada vaksinnya sejak hampir 20 tahun dan vaksin dipandang sebagai cara paling efektif untuk mencegah infeksi hantavirus.

Studi imunologis menunjukkan tingkat perlindungan 92% selama enam tahun setelah imunologi dasar, menunjukkan kebanyakan orang tidak memerlukan suntikan vaksin kedua untuk hantavirus, menurut Global Times

Jadi apakah ada babak pandemi ke dua di China setelah Covid 19 ? coba kta lihat saja apakah varian Hantavirus ini versi mutasi ataukah versi lama yang sudah ada vaksinnya,  komisi kesehatan di Lincang yang saat ini sedang melakukan penelitan.

@adi

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here