Inilah Tren Kuliner Tahun 2020 Sampai Dengan Tahun 2025

    0
    41

    Bisnis kuliner di Indonesia saat ini lagi berkibar, ditandai dengan menjamurya resto-resto, Cafe-cafe dan ribuan startup food and baverage, apalagi saat ini bisnis kuliner ditunjang dengan kemudahan Online, dari sisi pemesanan, pengiriman sampai dengan pembayaran.

    Akibatnya persaingan mulai terasa, pebisnis berlomba-lomba menciptakan masakan yang disukai dan dibutuhkan oleh para konsumennya, sementara minat konsumen akan masakan tertentu saat ini mulai bergeser kepada tren tertentu.

    Khusus masakan, minat konsumen pada masakan tradisional Indonesia sama kuatnya dengan masakan etnis internasional dan masakan modern. Contohnya peminat Sop Buntut sama banyaknya dengan peminat Beef Mozarella Tortila, demikian juga dengan masakan etinis internasional seperti Chinese food, yaitu Mie Goreng. Cap Jay.

    Terus trennya dimana ?

    Namun di luar dunia kuliner ternyata ada tren yang tidak mungkin ditinggalkan, bahkan hari demi hari tren ini semakin menguat terjadi diseluruh dunia, yaitu kesadaraan tentang gaya hidup sehat.

    Gaya hidup sehat inilah yang sekarang menginspirasi dunia kuliner, bahkan telah terjadi kombinasi diantara keduanya yaitu masakan nikmat dan sehat.

    Buktinya, saat ini orang mulai mencari beras organik, sayur organik atau yang serba alami. Tidak hanya bahan saja yang sehat, namun proses dan alatnya juga sehat, seperti digoreng tanpa minyak goreng, dibakar tanpa bersentuhan dengan api secara langsung, wajan berlapis keramik dan lainnya.

    Namun itu semua ternyata belum sempurna !

    Namun bagi konsumen yang menginginkan masakan sehat, saat ini masih terkendala.

    Bahan masakannya sudah sehat seperti beras organik, sayur organik dan lainnya, alat dan prosesnya juga sudah sehat ada wajan keramik dan seterusnya,

    Tapi bumbu masaknya ternyata belum sehat, padahal peran bumbu masak sangat penting untuk membuat cita rasa yang sedap.

    Bumbu yang beredar saat ini dirasakan kurang sehat karena masih mengundung MSG !

    Benar bahwa MSG ini masih kontroversi, ada yang menyatakan sehat selama masih pada batasan tertentu, celakanya kita makan masakan, tidak selalu masakan yang kita buat sendiri, kadang kita beli diluar rumah, kita tidak tahu para pedagang itu memasukkan berapa gram MSG ke masakan kita. Disamping itu ada laporan yang menyatakan MSG dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama bagi orang yang sensitif, seperti rasa haus, pusing, sariawan dan lainnya.

    Adakah bumbu masak yang sehat ?

    Jangan kuatir, para pebisnis sudah paham dengan tren gaya hidup sehat ini, para pebisnis  terutama perusahaan bumbu masak sudah menyiapkan bumbu-bumbu tersebut Untuk Anda

    Berdasarkan pengamatan penulis saat ini ada tiga bumbu sehat yang ada di Indonesia yaitu

    1. Kaldu Totole

    Kaldu Totole adalah kaldu jamur, disukai oleh vegetarian atau orang dengan alergi ayam, kandungan lainnya adalah hydrolyzed vegetable protein yang oleh sebagian ahli (kontroversi) masih digolongkaan dengan MSG hanya saja kandungan MSG lebih sedikit, Totole ini diproduksi di China, diimpor langsung masuk ke Indonesia.

    2. Bumbu Halawa

    Bumbu Halawa ini unik karena selain mengandung kaldu (sapi/ayam), ternyata juga ditambahkan rempah-rempah dan probiotik, jadi produk ini selain lengkap kandungannya juga sehat karena ada probiotiknya (seperti produk yak*lt, tapi bakteri di Halawa ini tahan panas sampai dengan 200″C)

    3. Kaldu Alsultan

    Produk Alsultan adalah penyedap masakan dengan cita rasa tinggi, Meskipun sehat, namun disayangkan masih mengandung dextrin powder dan hydrolyzed vegetable protein (dobel penguat rasa) yang masih kontroversi, sebagian ahli menyatakan masih segolongan dengan MSG

    Jadi Kesimpulannya ?

    Tren kuliner tahun 2020 sampai dengan tahun 2025 adalah masakan sehat, mulai dari bahan masakan, bumbu masak dan alat masaknya

    (*amigo)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here