Wah..BPN Jatim Melawan Putusan MA?

0
81

RUBRIKTANGERANG.ID, SURABAYA-Sengketa lahan seperti pada umumnya di Indonesia ruwet dan tidak masuk  akal. Demikian juga dengan kasus lahan ex Gedung BPN yang ada di Jl Tunjungan 80 itu. Sengketa ini antara Tjipto Chandra (penggugat) melawan  BPN Pusat di Jakarta cq BPN Provinsi Jatim, Ismail Mattaliti dan Armajit Singh.

Terperanjat sekaligus heran ketika saya melewati Jl Tunjungan 80
Surabaya Jumat (6/3) ketika melihat papan Peingatan Bahwa Tanah Aset Pemerintah Republik Indonesia cq Badan Pertanahan Propinsi Jawa Timur Sertipikat Hak Pakai No 13 Kelurahan Genteng Luas Tanah 6968 m2.

Lha kok bisa? Padahal sebelum patok atau papan pengumuman itu dipasang  menurut pengamat sosial dan pertanahan Reksa (nama pada redaksi) sudah ada Aanmaning (teguran Ketua Pengadilan berupa teguran kepada pihak yang kalah agar ia melaksanakan isi putusan secara sukarela)

Para pihak kemudian dipanggil ke PN Surabaya pada Rabu (5/3) diberi teguran agar dalam waktu delapan hari sejak diberi teguran segera  melaksanakan amar putusan PN Surabaya 288/Pdt.G/2011/Pn Sby 31 Mei 2012 Jo Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya No 55/PDT/2013/PT SBY tanggal 11  April 2013 Jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2501 K/PDT/2014 tanggal 16 Maret 2015 yang berkekuatan hukum tetap.

Adapun putusan MARI antara lain menunjuk penggugat sebagai likuidator, memerintahkan para tergugat melakukan dan menyerahkan lahan seluas 4428 m2 kepada penggugat tanpa syarat apapun, bila perlu dengan bantuan polisi.

Menghukum tergugat membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp500.000  setiap hari apabila tidak ditaati juga menyatakan Hak Pakai No  13/Kelurahan Genteng tertulis atas nama Direktorat Agraria Provinsi Jawa  Timur cacat hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum.

Lalu siapa yang memasangnya? Bukankah keputusan MARI sudah keputusan  tertinggi? Awak media sayangnya tidak berhasil menghubungi penggugat Tjipto Chandra maupun para pihak yang berperkara.(*)

g

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here