Polda Jatim Gagal Jemput MSA Anak Kiai Jombang

0
96

rubrik tangerang – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur tak berbuah hasil dalam upaya penjemputan paksa terhadap anak kiai di Jombang berinisial MSA dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santrinya.

Komisari Besar Trunoyudo Wisnu Andiko sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur. mengatakan gagalnya penjemputan anak kiai di Jombang ini lantaran ada pengahadangan dari pihak pondok pesantren.

“Namun, pada saat melakukan upaya berdasarkan¬†undang-undang oleh direktorat reserse umum ini ada upaya perlawanan,” ujar Trunoyudo di Mapolda Jawa Timur, Senin 17 Februari 2020.

Beruntung, kata Truno, penghadangan kemarin tak sampai penyerangan. Tapi, melihat adanya itu, polisi pun memilih kembali ke markas, agar situasi kembali kondusif.

“Ada sepuluh personel. Harusnya cukup melakukan upaya paksa sesuai prosedur. Tapi mereka mengerahkan orang lebih dari jumlah personel. Akhirnya kami pilih mundur,” imbuh dia.

Trunoyudo mengimbau, masyarakat bisa membantu polisi dalam penuntasan masalah hukum, anak kiai di Jombang.

“Kami juga telah mengimbau melalui¬† tokoh-tokoh agama yang ada untuk mengajak yang bersangkutan datang ke Polda Jatim namun ini ada pihak-pihak lain yang sengaja membuat keruh,” ujar Truno.

Meski gagal menangkap MSA, Truno menyebut upaya ini tak lain merupakan langkah polisi dalam menjaga kondusifitas. Karena saat melakukan upaya penangkapan, banyak pihak di pesantren yang sengaja menghalangi.

“Ini kemarin kami berusaha untuk menjaga kondusifitas saja, makanya bukan berarti kami tidak berani,” pungkas Truno.

Setelah gagal dalam upaya jemput MSA, Kapolda Sebut Akan Datang Langsung ke Jombang.

Di sisi lain, Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan menyebut akan datang sendiri untuk menjemput

“Untuk MSA ini, saya bisa datang dengan baik, saya selaku Kapolda kalau perlu nanti saya akan datang sendiri, akan datang baik-baik saya ajak ke sini,” ucap Luki.

Polisi bintang dua ini juga akan meminta kepada ayah MSA untuk menyerahkan putranya.

“Nanti saya akan mencoba datang, saya selaku Kapolda Jawa Timur karena melihat ini situasi yang berkembang ini saya akan mencoba turun nanti dengan tim kami,” tambah dia.

Selain itu, Luki menyarankan MSA untuk menggunakan pengacara apabila dirinya merasa benar. Luki menyebut pihaknya membutuhkan bukti MSA supaya bisa mengklaim dirinya tak bersalah.

“Karena ini semakin lama akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain, kami akan menggunakan asas praduga tak bersalah. Kami juga akan proses sesuai aturan dengan bukti-bukti yang ada, kalau memang yang bersangkutan merasa tidak bersalah,” ucap Luki.

dikutipdaritagar@dai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here