Banyaknya Korban Meningal Karena Covid 19 Mengurangi Tenaga Kerja atau Mengurangi Pengangguran ?

0
31

rubriktangerang.id- Melhat banyaknya kejadian meninggal di seluruh dunia, per tanggal 22 Maret 2020 sebanyak 13.643 (worldometer.info) orang dan diperkirakan pada bulan bulan berikutnya bisa bertambah banyak, menyebabkan ada kecemasan akan kekurangan pekerja..?

Seperti di China dan di Eropa setiap orang yang pergi ke toko mendapatkan rak-rak yang kosong, bisa jadi ini karena ada panic buying, tetapi kekosongan ini lama tidak bisa tertutupi.

Pesan tegas dari kantor-kantor pusat supermarket di Eropa baahwa pembeli harus menahan keinginan untuk panic buying, dan diyakinkan bahwa ada cukup bahan makanan dalam sistem untuk semua orang, selama semua orang tetap tenang dan berhenti memborong.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu supermarket di Inggris minggu ini dalam suratnya, “Kami akan meminta semua orang untuk mempertimbangkan cara mereka berbelanja. Kami memahami kekhawatiran Anda tetapi membeli lebih dari yang dibutuhkan terkadang dapat berarti bahwa orang lain akan tidak mendapatkan. Ada Pangan yang cukup untuk semua orang jika kita semua bekerja bersama. ”

Kesulitan dengan transportasi, distribusi dan pengiriman tentu menambah kompleksitas pada saat permintaan untuk bahan makanan telah melonjak secara signifikan. Tetapi pemerintah dan industri makanan tetap yakin bahwa keamanan pangan dilindungi.

Seperti yang dikatakan Bruno Le Maire, Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis, “Tidak ada kekurangan Pangan. Pasokan makanan dan kebutuhan pokok dijamin”, Lebih jauh Ia mengatakan bahwa kondisi itu akan terjadi terus menerus di hari-hari yang akan datang.

Namun, sekelompok petani Jerman sekarang memperingatkan kemungkinan masalah jangka panjang yang dapat meningkatkan kesulitan pada rantai pangan pertanian Eropa.

Dalam sebuah surat kepada otoritas Federal, dari koalisi organisasi pertanian termasuk didalamnya adalah Asosiasi Petani Jerman (DBV), menyebutkan bahwa coronavirus dan langkah-langkah yang diambil di Eropa untuk mengendalikan rantai infeksi akan berdampak langsung pada produksi makanan.

Dalam jangka waktu dekat, kebun buah dan sayuran yang siap panen bisa jadi gagal panen, sebab tidak ada pekerja, hal ini karena pekerja tersebut berasal dari pekerja musiman dari luar negeri, jadi situasi sulit ini bisa saja terjadi saat panen nanti.
Perwakilan pertanian meminta dalam jangka pendek untuk modifikasi peraturan tenaga kerja, yang memungkinkan mereka melakukan pekerjaan mendesak yang diperlukan untuk mengelola panen dan pasca panen. Antara lain :
1. Maksimum lembur jam harian dan mingguan
2. Pengurangan waktu istirahat
3. Peningkatan gaji pekerja yang bergaji rendah
4. Memperpanjang lama kontrak kerja maksimum untuk pekerja di luar negeri
5. Akses yang lebih mudah ke pasar tenaga kerja untuk pekerja negara ketiga (indonesia -red)
6. Peningkatan peluang penghasilan bagi para pencari kerja dan pencari suaka.
7. Mempermudah undang-undang ketenagakerjaan untuk ‘memfasilitasi kerjasama antar perusahaan’.
sumber : foodnavigator.com

Dalam konferensi pers (17 Maret), Menteri Federal Pangan dan Pertanian Julia Klöckner membahas beberapa masalah ini secara langsung.

Dia menjelaskan bahwa pangan dan pertanian harus dihitung sebagai ‘infrastruktur kritis’ bersama dengan layanan kesehatan dan darurat lainnya dan bersikeras bahwa ‘pasokan makanan dijamin’ dan bahwa rantai pasokan adalaah aman.

Lebih jauh Klöckner mengatakan laporan bahwa supermarket ditutup adalah ‘salah’. Dia menekankan bahwa impor dan ekspor makanan terus mengalir dan mencatat bahwa Jerman mandiri dalam berbagai produk pertanian – dari kentang hingga susu, sereal, dan babi.

Jadi kembali kepada topik masalah ketenagakerjaan, kekosongan tenaga kerja yang kemungkinan akan menghantam industri makanan Eropa, sebagian dapat diselesaikan melalui kerja yang fleksibel (paruh waktu / outsorching-red), ini dikemukankan oleh pemasok terkemuka pekerja fleksibel Inggris Redwigwam, yang memiliki lebih dari 110.000 pekerja di databasenya.

Redwigwam juga telah membuat platform online, sehingga perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dapat dengan mudah menemukan pekerja yang cocok untuk berbagai pekerjaan jangka pendek dan sementara.

Inilah Platform Redwigwam, Anda Dapat mengisinya bila Anda membutuhkan pekerjaan di Eropa

Sejumlah klien industri makanan sudah memanfaatkan platform ini, termasuk Kellogg, Leon, Innocent Drinks, dan Deliveroo.

Bagaimana dengan Indonesia ? kita tunggu perkembangan Covid 19 beserta langkah langkah pemerintah termasuk Omnibus Law. Semoga saja Covid 19 bisa segera terselesaikan dan Lowongan Pekerjaan bertambah banyak atau jadi TKI ?

(*adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here